Skip to main content

Featured

Easy Homemade Wonton Soup

This äuthentic homemäde wonton soup recipe is eäsy änd fun to mäke! Eäch heärty bowl is päcked with plump pork dumplings, fresh vegetäbles, änd jumbo shrimp.

If you äre looking for the ULTIMäTE äsiän comfort food, this wonton soup recipe is where it’s ät!

Ingredients

Wontons-
1 pound ground pork2 teäspoons ginger, freshly gräted or finely minced2 teäspoons sugär2 teäspoons soy säuce2 teäspoons sesäme oil1/3 cup green onions, thinly sliced1 teäspoon kosher sält1/4 teäspoon bläck pepper, freshly ground32 smäll shrimp, cooked or räw, peeled (Optionäl)32 wonton wräppers, squäre, Näsoyä
Soup-
2 teäspoons sesäme oil2 cloves gärlic, minced1 teäspoon ginger, freshly gräted or finely minced7 cups chicken broth4 ounces brown mushrooms, sliced, äbout 1 ½ cups1 cärrot, thinly sliced on ä diägonäl3 leäves bäby bok choy, sepäräted1 pound lärge shrimp, peeled änd deveined1/3 cup green onions, thinly sliced
Instructions

Wontons-

In ä medium-sized bowl combine pork, 2 teäspoons ginger, sugär, soy säuce, sesäm…

Akmal Dan Anye


"Tumben sekali kau bertanya tentang Akmal. Setahuku, walau kau dekat dengannya, kau adalah seorang yang acuh, apalagi dengan hidupnya. Nye, ketahuilah, bahwa kau adalah seseorang yang mungkin paling beruntung di dunia ini. Tanpa kau sadari, kau telah dicintai oleh laki-laki paling setia di muka bumi ini, yaitu Akmal. Selama 12 tahun aku bersahabat dengannya, selama itulah aku mengenal laki-laki yang teguh pemikirannya, teguh hatinya. Juga teguh pendiriannya. Dan selama 8 tahun kau mengenalnya, selama itulah ia pendam rasanya, ia kubur perasaannya, ia sembunyikan hatinya. Ia simpan cintanya, hanya untuk seorang gadis bernama Anye Sekar Rembulan, yaitu kau. Yang ia harap sekiranya kelak ketika ia mati, kau ada disampingnya. Kau temani ia dalam perjalanan menuju tempat peristirahatan terakhirnya."

-Santai Danar

"Apa? Kau berbohong bukan? Maksudku, kau tahu darimana, jika Akmal memendam perasaannya bahkan hingga sebegitu lamanya, dan hanya padaku? Ah, Tak perlu berlebihan."

-Bantah Anye

"Kalau kata Akmal "Seorang lelaki hanya akan boleh dikatakan lelaki, jika ucapannya dapat dipercaya''. Nye, Aku adalah seorang yang banyak belajar melalui cara berfikir Akmal. Aku bisa saja berbohong. Namun, aku ingin menjadi seorang lelaki, dan pertanyaanmu kali ini menyangkut Akmal, sahabatku. Tak pantas jika aku berbohong tentang sahabatku sendiri~

- Danar

Melihat Danar yang sungguh bercerita tentang Akmal, gemetar tubuh Anye.

"Benarkah itu? Kau yakin akan hal itu?''

-Tambah Anye

" Ya, sangat yakin, Nye."

-Ikut Danar

"Kalau benar begitu, mengapa Akmal sampai sebegitunya memendam perasaannya? Kenapa ia tak perjuangkan aku? Jika benar ia cinta, mengapa aku tak pernah merasakan buktinya. Dimana rasanya? Dimana perhatiannya? Dimana cintanya?"

-Menantang Danar

"Kau ini bagaimana, Nye. Benar kau tidak merasakan cintanya? Kalau begitu adanya, lalu cinta seperti apa yang kau inginkan dari lelaki seperti Akmal?"

-Danar

"Ya seperti biasanya. Seperti pasangan pada umumnya. Perhatian, kasih sayang, menghabiskan waktu bersama, yang penting berdua, yang penting bahagia"

-Anye

"Hanya itu? Tak ada yang lain? Berarti Akmal telah salah mengenalmu. Sebab bagi Akmal, kau ini berbeda. Kau ini istimewa, tak ada duanya. Atau mungkin, kau sendiri yang membutakan pandangmu terhadapnya?
Tidakkah kau lihat perhatiannya dari cara ia temani dirimu sesaat lelaki yang selama ini kau sebut kekasih, dengan mudahnya pergi sisakan sepi yang menyiksa hati?
Tidakkah kau rasakan kasih sayangnya ketika ia menjadi satu-satunya lelaki yang bertahan, saat kau tahu bahwa kau dengan teganya diduakan?
Tidakkah kau mengerti, bahwa dalam setiap sepimu, Akmal selalu hadir melengkapi. Setidaknya, agar sepimu ada yang temani, agar dalam setiap waktu sendirimu, bisa ia buat jauh lebih berarti?
Bahagia? Kau tak bahagia? Kau memang buta,  Nye. Bahkan semalam, aku melihatmu hanyut dalam lena yang paling menenangkan. Kau tertidur ditepian pundak Akmal. Sangat pulas, bahkan hingga membuat Akmal tak tega membangunkanmu untuk pindah ke dalam kamarmu. Sebelum akhirnya kau terbangun, sesaat setelah helai rambutmu diusapnya. Lembut sekali. Tenang sekali. Ah, aku cemburu. Jika saja aku seorang perempuan, aku adalah perempuan yang paling mencemburuimu, Nye. Setelah sedihmu ia temani semalam. Setelah ribuan malam kau habiskan dengan keluh kesah cintamu yang tak berkesan, kau masih berani menyebut Akmal tidak membahagiakan? Perempuan macam apa kau ini?~

-Tutup Danar
(Menangis Anye)

"Danar, kenapa sejak awal ia tak bercerita?

-Anye

"Soal itu, maaf aku tak tahu alasannya. Seingatku, sedikit ia pernah bercerita. Bahwa perkataanmulah yang membuat kepercayaan dirinya hancur menjadi serpihan harapan yang tak berguna. Kalau tak salah, kau pernah bilang padanya "Tetap seperti ini. Jadilah sahabatku hingga denyut nadi, tak menunjukkan kehidupan lagi." Mungkin dari banyak alasan kenapa ia rahasiakan hatinya, itu adalah salah satunya."

-Danar

Lalu, apa selama ini ia terluka karena aku yang memilih buta akan perjuangannya?"

-Anye

"Setahuku, Iya. Sangat sangat terluka, Nye.

-Danar

"Jika sampai seterluka itu, kenapa ia tak pernah menunjukkannya?"

-Anye

"Yang kau lukai itu, hatinya. Yang kau siksa itu, batinnya. Raganya, tidak apa-apa. Jiwanya memang merdeka, Namun pada hatimulah hatinya sempurna terjajah. Lagipula, mana ada lelaki yang sudi berbagi sedih pada seseorang ia cintai? Selain ingin terlihat gagah, seorang lelaki tak pernah ingin terlihat lemah. Kau ini aneh-aneh saja."

-Danar

*****


Baca juga kisah kisah Baper yang menyentuh

Comments

Post a Comment

Popular Posts