Skip to main content

Featured

Easy Homemade Wonton Soup

This äuthentic homemäde wonton soup recipe is eäsy änd fun to mäke! Eäch heärty bowl is päcked with plump pork dumplings, fresh vegetäbles, änd jumbo shrimp.

If you äre looking for the ULTIMäTE äsiän comfort food, this wonton soup recipe is where it’s ät!

Ingredients

Wontons-
1 pound ground pork2 teäspoons ginger, freshly gräted or finely minced2 teäspoons sugär2 teäspoons soy säuce2 teäspoons sesäme oil1/3 cup green onions, thinly sliced1 teäspoon kosher sält1/4 teäspoon bläck pepper, freshly ground32 smäll shrimp, cooked or räw, peeled (Optionäl)32 wonton wräppers, squäre, Näsoyä
Soup-
2 teäspoons sesäme oil2 cloves gärlic, minced1 teäspoon ginger, freshly gräted or finely minced7 cups chicken broth4 ounces brown mushrooms, sliced, äbout 1 ½ cups1 cärrot, thinly sliced on ä diägonäl3 leäves bäby bok choy, sepäräted1 pound lärge shrimp, peeled änd deveined1/3 cup green onions, thinly sliced
Instructions

Wontons-

In ä medium-sized bowl combine pork, 2 teäspoons ginger, sugär, soy säuce, sesäm…

Asa Dalam Masa


Pagi itu, seperti bisa aku pergi ke rumah sakit untuk berdinas. Jam dinding menunjukan pukul delapan ketika telepon di ruanganku bordering.

“Selamat pagi. Dengan klinik gizi di sini,” sapaku.

“dengan Rahma ya? Saya dari ruang Flamboyan, ingin memberi tahu ada pasien yang ingin konsultasi gizi. Ditunggu kehadirannya,” sahut seorang perempuan di ujung telepon sana.

“Oke, saya ke Flamboyan sekarang ya,” Jawabku

Teleponpun aku tutup, lalu aku berjalan menuju  Flamboyan, sebuah ruang perawatan khusus pasien yang sedang diisolasi. Isolasi, berarti pasien tersebut sedang menjalani masa pengobatan untuk penyakit yag menular, makanya ruangan itu harus dipisahkan dari pasien lainnya.



Aku memakai masker untuk menutupi mulut dan hidung, lalu mengenakan pakaian khusus. aku membaca buku catatan rekam medis pasien yang telah diberikan oleh seorang perawat sebelumnya. kulihat namanya adalah Nn. Assa ningsih. Hmm, Nona? berarti pasien ini perempuan, dan belum menikah. Kulihat diagnosis penyakitnya, Hepatitis A + B20.

Hepatitis A adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus, menyerang organ hati. Cara penularannya sangat mudah, bisa melalui udara, kontak dengan cairan tubuh pasien. Hepatitis A dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Memang harus masuk ruang isolasi unuk mencegah penularan ke pasien lain. Sedangkan B20, bukanlah merek sabun colek, tetapi kode diagnosis yang biasa kami gunakan untuk pasien HIV-AIDS.



Aku melihat wanita umur tiga puluh dua tahun di depanku sedang berbaring sambil mendengarkan music lewat headset yang terhubung dengan ponselnya. Rambutnya pendek cepak berwarna merah terang. Daun telinga kanannya tertindik logam bulat berdiameter sekitar 4mm. tanganya yang kecil dipenuhi dengan tato . Baju khusus pasien rumah sakit yang dia kenakan terlihat sangat longgar, karena memang tubuhya kurus. setelah melihatku, dia melepas headset dan tersenyum padaku.

Aku membalas senyumnya , lalu mulai memeriksa keadaannya, dan memberi informasi mengenai pola makan serta pemilihan makanan yang tepat untuknya. sekitar tiga puluh menit berbincang dengan Assa. Lama memang, karena Assa malah bercerita banyak kepadaku, di luar tujuanku bertemu dengannya.

“Waktu dokter datang, Aku lagi dengerin murottal Al-Qur’an Dok. aku yakin Allah saying sama aku, makanya aku dikasih cobaan kayak gino,” katanya

Kulihat matanya berkaca kaca. “betul. Assa harus kuat, Karena semua penyakit itu ada obatnya. Apalagi Assa nggak sendirian. Di sini Assa ditemeni sama suster dan saya juga, Assa nggak usah sedih,” kataku sembari memegang pundaknya, berusaha membangkitkan kembali semangatnya.

Perbincanganku dengan Assa berakhir saat seorang pramusaji mengantar makanan selingan untuk Assa. Akupun berpamitan padanya, aku memberinya nomor telponku karena aku berjanji padanya akan mendengarkan semua keluh kesahnya.

Assa adalah sosok yang kuat menurutku perempuan hebat. Karena dia berani mengakui kesalahannya, dan mencoba menjadi manusia yang jauh lebih baik. Assa terinfeksi virus HIV sejak lima tahun yang lalu, setelah dirinya berhenti menjadi PSK. Alasannya sederhana, dia ingin memiliki banyak uang, hura hura, dan selalu berfoya foya lewat hasil keringatnya menjadi PSK. Setelah dia merasa mudah sekali sakit sakitan dan berat badannya turun drastic dalam satu bulan, dia mencoba tes HIV. Ternyata benar, hasilnya positif.

Semua anggota keluarganya sudah mengetahui kondisinya. Mereka menoak keberadaan Assa serta selalu memandangnya dengan jijik, kecuali ibunya. Walaupun ibunya sempat sedih, namun sang ibu selalu mengingatkan Assa agar segera bertaubat. saat aku bertemu dengan Assa, ibunya sedang pulang ke rumah, memasak masakan untuk putrinya.

Kini Assa sedang masa itu, masa perjuangan untuk menjadi lebih baik. Setelah keluar dari rumah sakit, dia berjanji akan menghapus semua tatonya, melepas tindikannya, dan menghapus cat rambutnya. Dan ya, aku harap itu benar.


Hari ini tiga bulan sudah semenjak pertemuanku dengan Assa. Sekarang di Whatsappku selalu ada percakapanku dengannya. Dia tidak hanya bertanya tentang makanan sehat, tapi kadang dia membicarakan kajian keagamaan yang ingin ia hadiri. Kulihat foto profilnya, Assa terlihat agak sedikit berisi, dengan kerududng pendek menutupi kepalanya. Walaupun masih dalam proses belajar, Semoga Assa tetap istiqomah bisa memperbaiki diri seperti keinginannya.

Tidak sedikit pasienku yang hanya mengeluh dan pasrah menghadapi penyakitnya. Aku harap semua pasienku bisa optimis sembuh seperti dia. Karena bukan hanya pasien, semua orang bisa menjadi Assa, dank arena semua orang punya masanya unuk yakin, dan terus memperbaiki diri.




________________________________________________________________________________________________________



Baca juga kumpulan Kisah Kisah Baper

Comments

Popular Posts